BARITA
BOA-BOA
PESTA
PARSERAHAN
LAPO
GORGA
OHOP
HUTA
SOARA
ADAT
MARGA
UMPASA
YAYASAN PUSUK BUHIT
INDEX
Minggu, 05 September 2010
sihorus nalobi sigohi nalonga  
WWW.PUSUKBUHIT.COM MEMBUTUHKAN REPORTER DAN BAGIAN IKLAN DI SELURUH KOTA SE-INDONESIA. SILAKAN KIRIM LAMARAN DAN BIO DATA KE EMAIL, REDAKSI@PUSUKBUHIT.COM. DITUNGGU, HORAS  
SILAKAN KIRIM BERITA, INFO APA SAJA DARI ANDA SEMUA: BOA-BOA, BARITA SIAN HUTA DLL KE PUSUKBUHIT.COM. KIRIM MELALUI EMAIL: REDAKSI@PUSUKBUHIT.COM. ATAU SMScENTER: 0819 600 0819 MAULIATE.  
HORAS ..... !!!  
GUNAKAN KARYA SISWA SEBAGAI SUMBER BELAJAR
Selasa, 20 Juli 2010 | 20:10:48
Berhasil tidaknya pendidikan dalam suatu lembaga diantaranya dipengaruhi oleh strategi belajar mengajar guru kepada siswa. Seorang guru yang sangat pintar dalam hal pengetahuan belum tentu tujuan pembelajaran yang sudah ditentukan tercapai atau siswa yang dibelajarkannya mendapatkan prestasi yang baik.
Seorang guru harus dapat menggunakan dan memilih strategi pembelajaran yang tepat yaitu dengan cara melihat situasi kelas dan kondisi kelas dan juga materi yang diajarkan.
Guru yang hanya menggunakan satu strategi pembelajaran saja dalam membelajarkan siswa, maka akan timbul kejenuhan pada siswa tersebut. Sebaliknya apabila guru menggunakan dengan berbagai strategi pembelajaran dalam mengajar maka siswa tidak akan mengalami kejenuhan.
Untuk mengatasi kejenuhan siswa maka seorang guru harus memilih strategi yang tepat untuk membelajarkan materi yang akan disampaikan dengan melihat situasi dan kondisi. Sangat diharapkan dalam proses pembelajaran siswa dapat dirangsang dan dimotivasi untuk menghasilkan karya dalam pembelajaran. Pembelajaran yang menghasilkan karya siswa akan mampu menciptakan kecakapan hidup yang baik pada siswa.
Oleh sebab itu seorang guru harus mampu merancang pembelajaran yang memungkinkan karya siswa tercipta dalam pembelajaran. Melalui karya siswa tersebut maka siswa dituntut untuk punya kreativitas, inovasi serta gagasan dalam menemukan sebuah karya yang berhubungan dengan materi pelajaran yang disampaikan. Karya tersebut akan dijelaskan oleh siswa itu sendiri dan menjadi sumber belajar bagi semua yang terlibat dalam kegiatan belajar mengajar di kelas tersebut.
Ada beberapa keuntungan yang diharapkan diperoleh dengan cara ini adalah (1) Siswa dapat menyampaikan pendapat, ide serta kreativitasnya melalui karya yang dihasilkan, (2) Guru dapat meningkatkan strategi dan kualitas pembelajaran, (3) Siswa dapat bekerja secara mandiri dan kelompok dalam mengunkapkan dan menjelaskan hasil karya yang mereka peroleh, (4) Tercapainya peningkatan hasil belajar siswa.
Memang dalam berbagai statement dikatakan bahwa siswa dalam proses belajar-mengajar sebagai kelompok manusia yang belum dewasa dalam artian jasmani dan rohani. Oleh karena itu memerlukan pembinaan, pembimbingan dan pendidikan serta usaha orang lain yang dipandang sudah dewasa, agar siswa mencapai tingkat kedewasaannya.
Hal ini dimaksudkan agar siswa kelak dapat melaksanakan tugasnya sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, warga negara, warga masyarakat dan pribadi yang bertanggungjawab. Siswa secara kodrati telah meiliki potensi dan kemampuan atau talenta tertentu. Hanya yang jelas siswa itu belum mencapai tingkat optimal dalam mengembangkan talenta atau poetensi dan kemampuannya. Oleh sebab itu lebih tepat kalau siswa dikatakan sebagai subjek dalam proses belajar-mengajar, sehingga siswa tersebut disebut sebagai subjek belajar.
Perkembangan anak didik merupakan fase yang berproses untuk menemukan eksistensi kedalam dirinya secara utuh. Oleh karena itu diperlukan pihak yang lebih dewasa untuk membina dan mengarahkan proses penemuan diri bagi anak didiknya agar mencapai hasil yang lebih efektif dan efisien sesuai denan yang diharapkan. Dalam proses ini guru harus dapat mengorganisasi setiap kegiatan belajar-mengajar dan menghargai anak didiknya sebagai subjek yang memiliki bekal dan kemampuan.
Perwujudan interaksi guru dan siswa harus lebih banyak terbentuk dalam pemberian motivasi dari guru kepada siswa, agar siswa merasa bergairah, memiliki semangat, potensi dan kemampuan yang dapat meningkatkan harga dirinya. Dengan demikian siswa diharapkan lebih aktif dalam melakukan kegiatan belajar. Hal ini singkron dengan sisten pengajaran modern yang menempatkan siswa sebagai pihak yang aktif.
Akhir-akhir ini pembelajaran kontekstual merupakan salah satu pendekatan pembelajaran yang banyak dirancang orang. Strategi Pembelajaran Kontekstual merupakan strategi yang melibatkan siswa secara penuh dalam proses pembelajaran. Pembelajaran Kontekstual bukan sekedar mendengar dan mencatat tetapi belajar adalah proses berpengalaman secara langsung. Melalui proses berpengalaman itu diharapkan perkembangan sisaw terjadi secara utuh, yang tidak berkembang dalam aspek kognitif saja, tetapi juga secara afektif.
Dalam proses pembelajaran diharapkan guru menerapkan strategi pembelajaran yang menekankan kepada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkan dengan situasi kehidupan nyata sehingga mendorong siswa untuk dapat menerapkan dalam kehidupan mereka. Dalam konsep tersebut ada tiga hal yang harus kita pahami. Pertama Pembelajaran menekankan kepada proses keterlibatan siswa untuk menemukan materi, artinya proses belajar diorientasikan pada proses pengalaman secara langsung. Kedua Pembelajaran mendorong agar siswa dapat menemukan hubungan antara materi yang dipelajari dengan situasi kehidupan nyata, artinya siswa dituntut untuk dapat mengangkap hubungan antara pengalaman belajar di sekolah dengan kehidupan nyata.
Ketiga Pembelajaran mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan, artinya Pembelajaran bukan hanya mengharapkan siswa dapat memahami materi yang dipelajarinya, akan tetapi bagaimana materi pelajaran itu dapat mewarnai perilakunya dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui pembelajaran akan diperoleh pengetahuan dan pengetahuan itu akan bermakna manakala ditemukan dan dibangun sendiri oleh siswa.
Pengetahuan yang diperoleh dari hasil pemberitahuan orang lain, tidak akan menjadi pengetahuan yang bermakna. Pengetahuan yang demikian akan mudah dilupakan dan tidak fungsional.(*)
Oleh Edy Jitro Sihombing MPd
Kepala SMA Sultan Iskandar Muda Medan
Bagikan
Silahkan Beri Komentar.
Nama Anda*
:
Email Anda*
:
Website Anda
:
Komentar Anda*
:
Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang diberikan oleh pembaca.
Harap menggunakan bahasa yang SOPAN dalam memberi komentar.
+
INDAH BANGET KAMPUNGMU INI
+
APA YANG MENGUBAH BATAK?
+
PATUT MALU PADA LELUHUR ORANG BATAK
+
ARKEOLOG: TIDAK SEMUA BENDA KUNO MASUK BCB
+ Index
+
WISATAWAN ASING TERJEBAK DI KOTA POTOSI-BOLIVIA
+
55 TURIS KORSEL DISELAMATKAN SETELAH TERJEBAK...
+
SATU ORANG TEWAS, 42 CEDERA AKIBAT KERETA...
+
DUBES THAILAND TAWARKAN KERJA SAMA PARIWISATA...
+ Index
+
LAGUBOTI HASILKAN TAPIOKA 250 TON PER HARI
+
IKAN MALAS 'SIOTO' DANAU TOBA BERPOTENSI EKSPOR
+
SUWANDY PURBA : HARGA JAGUNG PIPIL DI SUMUT...
+
AMRI TAMBUNAN: JEPANG TAWARKAN BANTUAN AHLI...
+ Index
+
MUSEUM SONOBUDOYO DIRANCANG JADI BERTARAF...
+
BENNY PASARIBU, ANTON SIHOMBING, GALUMBANG...
+
KONFLIK LAHAN ITU MENGERUCUT KE PELECEHAN...
+
PROF PARIMARTHA: BANGUNAN MEGAH ABAIKAN NILAI...
+ Index
+
TOBA PULP KUCURKAN DANA CD RP57 MILIAR
+
HARGA MATI UNTUK PENYELAMATAN DANAU TOBA
+
PELUANG INVESTASI DI KABUPATEN SAMOSIR TERBUKA...
+
LIMA MENTERI TINJAU MUSEUM BATAK DI BALIGE
+ Index
Copyright © © 2010 | All Rights Reserved | PUSUK BUHIT | Powered by: Mimient