MUDA MUDI JEMAAT GEREJA YANG DIBANGUN DI ATAS BATU

Tidak dapat kita pungkirin, bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi memegang 
peranan penting di dalam kehidupan social masyarakat yang ada disekitar kita
khususnya jemaat gereja. Adapun pengaruh pergesekan perkembangan ilmu
pengetahuan tersebut yang paling nyata saat ini adalah pada generasi penerus
bangsa, khususnya *muda mudi jemaat gereja (MMJG)*. Tidak jarang MMJG mempergunakan waktu mereka lebih khusus dan lebih khusuk dalam mendalami ilmu pengetahuan dan menekuni teknologi yang berkembang
saat ini. Hal ini secara khusus sangat bersinggungan erat dengan MMJG yang tinggal
di perkotaan dan juga telah merambah ke perkampungan masyarakat tradisional.
Adapun efek samping yang paling nyata dapat dilihat dari pengaruh kekuatan daya
tarik ilmu pengetahuan dan teknologi terhadap : * • Pribadi MMJG* Adalah, munculnya perilaku yang tidak lagi hormat kepada orang tua, tidak tekun berDoa, tidak tekun berIbadah (ke gereja), menolak ajaran/ didikan orang tua/
pengkhotbah/ Firman Allah, mudah tersinggung/ pemarah, tidak sabar, pelecehan seksual,
Murtat (istilah orang seberang yang tidak mengenal YESUS KRISTUS, iklan marketing
di televise disebut Mualaf) dan lain sebagainya perilaku yang tidak semestinya
dilakukan seorang pengikut Kristus. *• Gereja* Adalah, semakin banyaknya jemaat yang terkena hukum siasat gereja yang diakibatkan murtat dari keyakinan Iman kepada YESUS KRISTUS sebagai juru selamat,
semakin sedikitnya kehadiran muda mudi di kebaktian gereja, gereja hanya buka
1 X seminggu yang disebabkan tidak adanya kegiatan muda mudi di dalam gereja,
dan lain sebagainya *• Ke Kristenan* Adalah, munculnya animo/ pemikiran di masyarakat umum bahwa Kristen bukanlah agama yang mengenal ALLAH dan takut akan ALLAH. Tentunya bila kita renungkan dalam Iman kita kepada YESUS KRISTUS, akan muncul pertanyaan :
“Mengapa Hal Tersebut Dapat Terjadi?”. Jawabnya cukup sederhana : “Muda Mudi Tersebut Dibangun di Atas Pasir”, sehingga ketika datang angin badai dan sedikit guncangan, bangunan tersebut menjadi hancur, demikian juga keyakinan pemuda pemudi tersebut
kepada YESUS KRISTUS sebagai sumber kekuatan dan nafas kehidupan. Sehingga, hal apa yang perlu dilakukan untuk mengatasi hal tersebut? “Muda Mudi Tersebut Dibangun di Atas Batu”, agar, ketika datang angin badai dan guncangan, bangunan tersebut tidak hancur tetapi tegak berdiri, demikian juga keyakinan Pemuda Pemudi tersebut kepada YESUS KRISTUS sebagai kekuatan dan nafas kehidupan. Bagaimanakah yang dimaksud dengan “Muda Mudi Tersebut Dibangun di Atas Batu”?
Artinya adalah, bahwa masa kanak – kanak dan remaja muda?mudi tersebut perlu mendapat pembinaan dan penjelasan serta pengetahuan dan menanamkan perihal Iman
kepada YESUS KRISTUS.
Siapakah yang paling memegang peranan aktif dalam hal ini? Adapun yang paling memegang peranan paling aktif dalam hal ini adalah Orang Tua yang di ikuti oleh Para Pemberita Firman ALLAH. *A. PERANAN ORANG TUA* *A.1. Kepada Masa Kanak ? Kanak*
Peranan orang tua dalam hal ini sejak masa kanak?kanak adalah, mengajak (bukan hanya meminta dan menyuruh) anak?anak pergi ke sekolah Minggu dan meminta
penjelasan kembali (reminder) serta menjelaskan kembali kepada anak?anak perihal Firman
Allah yang di sampaikan Guru Sekolah Minggu kepada mereka. Dan demikian juga, Orang tua “sangat perlu” memberikan penjelasan secara logika dan rohani kepada anak?anak sehabis pulang sekolah, apalagi jika anak – anak berada
di Sekolah Negeri (kita katakana di perkotaan dan minim Kristen), yang mana setiap pagi dan
pulang sekolah mereka mengucapkan kalimat budaya mereka masyarakat yang di seberang
tersebut, dan bahkan tanpa kita (orang tua) sadari bisa saja anak kita tersebut masuk dan
mengikuti pelajaran keagamaan yang di anut oleh masyarakat seberang tesebut. Nah, disinlah
peranan orang tua yang paling penting kepada anak –anak. *A.2. Kepada Masa Remaja* Mengajak dan mendorong mereka untuk ikut kebaktian rohani (ke Gereja) dan aktifitas Remaja
yang terdapat di Gereja serta tidak bosan?bosannya memberikan nasihat dengan metodologi
perbandingan kepada mereka, terkait peristiwa sebab dan akibat (banyak hal) dengan tanpa memberikan tekanan kepada meraka, walaupun perlu dilakukan tekanan nada suara kepada
mereka sesekali ketika benar – benar diperlukan. Serta perlu dilakukan pendekatan – pendekatan
sosial dan persuasive kepada mereka dengan menyisipkan Firman TUHAN di dalam komunikasi,
baik pada saat pikiran mereka dalam keadaan stabil ataupun labil. Mengapa? Sebab di masa remaja, yang paling menonjol adalah masa “Purnama” yaitu : Puber Namangontaki. Yang bilamana orang tua tidak mewaspadai dan memantau perkembangan psykologi anak hal ini tentunya dapat mengarahkan si anak kepada sifat egois
yang sangat tinggi serta dimasa dewasanya lambat laun bisa muncul sifat egoism mereka. Yang
pada dasarnya mereka (masa remaja) kurang menyadari efek negative dari perbuatan negative
yang mereka perbuat di masa remaja mereka. Dari kedua masa di atas, yang paling penting untuk dilakukan adalah : “mengajak dan mendidik masa anak?anak dan masa remaja” untuk mengadakan saat tedut di malam hari atau pagi hari dan juga Doa Bersama di saat akan tidur ataupun bangun pagi. *B. PERANAN PEMBERITA FIRMAN ALLAH* Yaitu memberikan, mengarahkan serta menjelaskan Firman ALLAH kepada masa kanak?kanak
maupun remaja serta Dewasa. Dan mencoba membuat strategi – strategi penata layanan, seperti Penelaan Alkitab, permainan Team Building, dan berbagai hal lainnya yang dapat meningkatkan persatuan dan kesatuan mereka dimasa anak?anak, remaja dan muda?mudi serta menguatkan pengetahuan mereka dalam ber?Iman kepada YESUS KRISTUS. Terutama dalam hal memahami arti toleransi antar umat beragama yang ada di tengah?tengah masyarakat kita, sebagaimana yang tertera di RPP HKBP Bab VI : Hajongjongan Maradophon Parugamo Na Asing Dohot Huria Na Mamulik Dohot Bidat, yang di dalamnya terdapat beberapa ayat Firman ALLAH yang sangat menguatkan alasan mengapa kita harus percaya dan ber?Imankepada YESUS KRISTUS. Penting Sekali Dari hal di atas, bagi muda?mudi juga sangat perlu peranan aktif dalam mendengar, menyikapi dan melakukan apa yang disampaikan orang tua dan para pemberita Firman ALLAH sebagaimana
disebutkan di atas. Jika walapun 1000 orang tua atau 1000 orang berIman kepadaALLAH memberikan
nasihat, tidak akan nada artinya bila hati dan pikiran muda?mudi tertutup untuk hal tersebut.
Sebagaimana Raja Saul yang dipilih rakyat Israel ketika itu, tidak mau dengardengaran akan Firman
ALLAH, maka dia jatuh dan mendapat hukuman bukan dari manusia melainkan dari ALLAH. Demikianlah opini saya perihal “muda?mudi jemaat gereja yang dibangun di atas batu”. Kiranya TUHAN memberikan kekuatan kepada kita. AMIN
Catatan. Wacana tersebut di atas (halam 1 s/d 3 berjudul : (Muda Mudi Jemaat Gereja Yang Dibangun Di Atas Batu)
adalah sebatas opini, yang tentunya banyak saran dan ide dari jemaat untuk memajukan dan meningkatkan
kwalitas Iman kepada YESUS KRISTUS di Muda?Mudi Khususnya dan di Jemaat secara umumnya. B. Siallagan 081 375 008 002 HKBP Bandar Setia http://hkbpbandarsetia.wordpress.com
Share |