SELAMAT JALAN ROBERT NAIBAHO

Banyak sekali ungkapan rasa sedih atas berpulangnya Robert Naibaho di facebook dan sms. Pemimpin Redaksi  www.pusukbuhit.com, Efendy  Naibaho pertama sekali menerima info ini dari Ketua Punguan Raja Naibaho di Jakarta, Nikolas Sinar Naibaho kemudian ditindaklanjuti A Kristin Naibaho, nunga marujung ngolu Ama Ni Gorga, Robert Naibaho, 58 taon. Martonggo raja, Minggu 25 September 2011 di Meruya Utara, Jakarta Barat.
Ah, seperti tak percaya, si pengirim sms dihubungi kembali sekalian mengontak Togarma Naibaho, yang ketika di Jakarta, pernah bertiga: Roberet,  Togarma ngobrol panjang lebar dengan Efendy Naibaho di Jakarta.
Selamat jalan ya sobat tercinta dan sahabat yang ceria, yang punya pandangan hidup singkat saja: Rendah hati akan meraih sukses besar, rendah diri tak akan meraih apa-apa.
Berikut ini beberapa petikannya di facebook:

TAMAN SEJATI

oleh Nancy Meinintha Brahmana pada 23 September 2011 jam 16:32

suatu taman kulalui

saat itu cinta sejati bersemi

ikatan janji yang tak akan pernah diakhiri

 

ah, taman kita, Kekasih

aroma mawar, melati, beribu kembang tiada mau pergi

beterbangan seluruh cahaya keindahan

sayap-sayap bersinggahan

tiada air mata lagi

 

dimana tangan telah terentang pulang

pintu telah dibukakan

sambutan cinta kenang harapan

pelukan damai menanti

 

inilah hari yang bukan lagi persinggahan!

betapa kunanti saatnya menitik pada jiwa

ah, begini rasanya....

 

tiada ada segala rahasia

hanya langkah kuburu membuka pintu

berlari tiada sabar menunggu peluk

 

"Bapa, aku pulang!"

Nancy Brahmana, 23 September 2011

"mengenang Robert Naibaho

SUHUNAN SITUMORANG
Yg membuat saya terkesan dan jaadi ingin bersahabat akrab dng alm. Robert Naibaho, bukan krn dia berhasil menjadi teman perantau dari Pangururan-Samosir yg segelintir saja bisa mencapai posisi penting di sbh BUMN sekaliber Pertamina (terakhir senior VP), tapi kerendahan hati, kuatnya tata-krama dan sopan santun khas masyarakat adat Batak melekat dlm dirinya. Di mataku, dia menjadi contoh yg menarik utk membangun figur "Batak keren"; berpendidikan tinggi (bila perlu ke LN), menjadi profesional lintas negara namun tak mengalami 'culture shock' atau krisis identitas, juga tak menjadikan diri jd elitis yg tanggung. Dan ia memiliki 1 hal yg ditengarai kian sulit ditemukan dlm diri masyarakat Batak: ketulusan mengakui kelebihan/pebuatan/karya orang lain. Dia terobsesi menggali, membukukan, dan menyebarkan nilai-nilai Batak yg dianggap relevan. Sdh dimulai, sayang sekali, keburu pergi...
Sulit rasanya menerima kenyataan ini, kaget dan tak percaya secepat ini engkau pergi. Banyak hal yg selalu kubanggakan darimu ito....tutur katamu, sopan santunmu n kerendahan hatimu. Tidak banyak yg bisa kuucapkan, hanya doa tulus dan air mata mengiringi kepergianmu.....selamat jalan itoku naburju......
Disurgo hasonangani,
Inganan na dumenggani,
Tusi ma lao tulang,
Lao mandapothon surgo i.

Sonang be Tulang jonok di Lambung ni Jesus.
Amin

Slmt Jalam Tulang Robeth N.
Smoga kluarga dbrikan pnghiburan.
Mauliate :-)
Aku tidak tahan untuk tidak menulis...sambil sesekali menyeka mataku yang berair…

Sejenak aku mengenang dirimu. Aku merasa dekat dengan dirimu, walau aku mengenal engkau lebih banyak dari cerita almarhum suamiku yang adalah sobat kentalmu. Sangat kental. Engkau sempatkan menemui kami kalau engkau berkunjung ke kota tempat kami tinggal.

Bulan Juli Tahun 1988 engkau sengaja datang dari New Orleans ke Baton Rouge untuk bertemu kami (aku, suamiku, dan sulungku). Hanya engkau teman kami waktu itu ketika kami mendapat kabar bahwa ibu mertuaku berpulang. Hal itu sangat berarti bagi kami yang saat itu bermukim jauh dari tanah air. Hari Minggunya, kita sempatkan ke gereja dan jalan ke mall.

Tahun 1989 kembali kita bertemu ketika engkau melakukan dinas ke Houston. Kami menemui engkau di Houston dan menginap di hotel bagus tempat engkau menginap. Malam itu kita bisa menemukan restoran yang menjual kwetiau. Senang sekali… kita makan (nampaknya salah satu hobbymu). Esok harinya kita jalan ke NASA di Houston..

Tahun 1992 almarhum istrimu menyempatkan berkunjung ke Baton Rouge, sedangkan engkau di New York. Kami sempat jalan ke New Orleans bersama istrimu. Kemudian istrimu menemui engkau di New York untuk bersama-sama berangkat ke Eropah.

Tahun 1993, ketika kami sudah balik ke Palembang, engkau menemui kami. Engkau menunggu di depan rumah sampai kami balik. Betapa engkau adalah sobat suamiku. Kemudian, beberapa kali lagi kita bertemu sesudah itu.

Dan 1999…ketika suamiku kubawa ke RS Cikini untuk dirawat karena sakit, segera engkau menemui kami..dan aku tahu..engkau tidak sanggup melihat kondisi suamiku saat itu. Selama dua minggu dia dirawat di sana, hampir setiap hari engkau datang walaupun engkau tidak sanggup untuk melihatnya. Hanya istrimu yang masuk ke ruang isolasi. Sampai ketika suamiku berpulang…engkau di sana. Engkau berada di rumah duka Cikini bersama-sama sahabat lainnya sampai malam hari. Keesokan harinya, pagi2 sekali engkau masih sempatkan datang ke bandara untuk memberangkatkan kami ke Palembang. Betapa engkau adalah seorang sahabat. Terima kasih.

Kemudian kita juga saling kontak melalui FB. Sesekali engkau memberiku nasihat tentang anak2ku. Aku pikir kita masih bisa bertemu, mungkin ketika salah satu anak sahabatmu ini menikah. Tapi kenyataan berkata lain. Engkau berpulang lebih dahulu..mendahului kami semua. Selamat jalan ito yang baik… Seandainya aku tahu, tentunya aku minta supaya engkau menyampaikan salamku kepadanya dan memberitahunya kalau kami berempat di Baton Rouge baik-baik semua. Selamat jalan…
— dengan Robert Naibaho.
Amangboru, sulit rasanya buatku menerima kenyataan ini. Terakhir kita bertemu amangboru menginap dirumahku, paginya amangboru mengajak aq, namboru dan kedua laeku untuk ziarah ke makam bapak. Luar biasa besar perhatianmu kepada keluarga kami. Bahkan kau tak pernah memanggilku dengan nama, kau slalu memanggilku tulang, tulang naposo, aq sangat tersanjung dgn panggilan itu. Seorang hebat sepertimu amangboru telah membuatku merasa dihargai. Kehadiranmu dipernikahanku dulu beserta kedua laeku sungguh membuatku bahagia. Besok aq akan ke jkt melihatmu tp tak terbayangkan yg akan kulihat nanti adalah jenazahmu, oh Tuhan kuatkanlah namboru dan kedua laeku, berikan mereka penghiburan ya Bapa. Selamat jalan Amangboru... kan kuingat selalu nasehat2mu. GBU!
Disurgo hasonangani,
Inganan na dumenggani,
Tusi ma lao tulang,
Lao mandapothon surgo i.

Sonang be Tulang jonok di Lambung ni Jesus.
Amin

Slmt Jalam Tulang Robeth N.
Smoga kluarga dbrikan pnghiburan.
Mauliate :-)
Biarkan kita nikmati duka ini karena ini hanya untuk sementara. Ikhlas dalam kepasrahan akan menyembuhkan kita lebih cepat dari duka. Sejatinya kita tidaklah kehilangan orang yang kita kasihi karena sangat mudah bagi kita menghadirkannya dalam pikiran dan hati kita. Proses ini satu peristiwa iman yang indah menjadi sebuah pelajaran hidup. Ketika kita lahir semua tertawa dan ketika kita pergi semua orang menangis, itulah tanda kita telah mencintai lebih baik di dalam hidup...selamat jalan Amang Robert Naibaho...
Godang do siingoton, sitiruon, siparsiajaron sian Appara sidoli naburu Robert Naibaho. Pantun jala jamot martutur, manat marpangkuling jala santun, namora diarta namora dipardonganon, namora diparbinotoan, panukkunon dihabatahon...ak tahe tung nabahat ma sitiruon. Selamat jalan amppara sidoli naburju jala najogi, sonang ma ho dilambung ni Tuhan. Mangido ma tu Tuhan, sai anggiatma tong tarbonggal pinomparmi dihabatahon tujoloan on na laho manorushon bogasmi....selamat jalan Appara naburju najogi....
Thn 1974, di kampus UNSRI Palembang, suatu waktu ketika rehat siang, saya membawa 1 botol air minum, dan sbg penghilang dahaga ku maka ku teguk 1/2 botol, disamping ku ada kawan yg juga haus dan ingin minum, krn cuma 1 botol ada nya tapi kawan kita ini bilang 1 btL berdua sbg teman OK, kuberikan 1/2 btL tsb kpd nya dan habis diminum.........., kami sering ber-sama2 di banyak kesempatan di kampus, di GMKI, tapi kawan kita ini skrg sudah tiada........dia teman yg baik........Robert Naibaho...............aku sgt kehilangan mu, pdhaL beberapa mgu belum lama yg lalu kami masih bercanda chating di FB ini ..........selamat jalan kawan.........kami akan kenang kebaikan mu......
Robert Naibaho ditandai dalam foto Monang Naipospos.
Di tingki bulan tula, adong dua pisik bulan Sada ma na di hajang-hajang an, sada nari na di sisik ni aek Tao Toba Dirgak marhajogion angka dolok di lambungki Nunga disurathon bulan Tula dohot angka dolok i di ate-ate di pusu-pusungki ima janji sitalagoit ni rohangku, na manariashon jala manghophop au mulak manarihon huta nabonggal na marsahala i.............. ************************************************************** Teks : Robert Naibaho Photo : Suhunan Situmorang Lokasi : Pangkodian - Tarabunga - Balige Teks lengkap : http://www.facebook.com/photo.php?fbid=132954433441939&set=a.107457645991618.8996.100001821491268&theater ************************************************************** Terjemahan bebas dalam Bahasa Indonesia : Monang Naipospos. Pada saat bulan purnama ada dua bulan satu diangkasa satu dipermukaan Danau Toba berdiri gagah gunung-gunung disampingku terah disiratkan bulan purnama bersama bukit itu dalam hatiku dalam jantungku janji yang mengentak di hatiku meneriakkan mengharap aku pulang mengabdi ke kampung kebanggaan yang agung
R I P
Begitu indah persahabatan kita begitu indah pertemuan kita..kebaikan dan tutur kata mu sungguh indah dan masih terpatri didalam hati sanubari kami..bisu dan hening begitu mendengar kepergian mu..Ya Tuhan..tempatkanlah lae kami Robert Naibaho disisi MU..berikanlah kekuatan dan kesehatan pada keluarga yg ditinggalkan...Selamat jalan lae Robert Naibaho..beristirahatlah dengan damai..

TERINGAT!
Rabu siang kemarin, pukul 14.00 wib pulang sekolah, kuperiksa ponsel apa ada SMS/call,ternyata ada SMS dari Alm Amangborunku Robert Naibaho.yg sangat rajin tiap hari SMS bahkan di hub. Isi SMS mendiang terakhir hari Rabu,"JANGAN MENGAKU ORANG BATAK, KALAU TIDAK TAHU BERBAHASA BATAK. Selamat siang Maen,Sri br Hutabarat,Selamat maronan-onan, tuhorma naumpenting di ho. Horas!".
Kini, Amangboru telah tiada. Tak ada lg sosok Tokoh Adat Batak sperti mendiang yg rajin memotivasi hidup dan belajarku. Sesak dadaku ditindih duka, terkejut aku mendengar kabar atas kepergian Amangboru.
Selamat jalan Amangboru Robert Naibaho...
BE 174: Torop do pe na siat I, Di hasampuran rea. I pe hamu pardosa i Sai olo ma porsea. Ai Debata manjou hamu tu hasonangan situtu. Hamu, hamu Dijou Debatamu.
?# Duka yg sedalam dalamnya.. Selamat Jalan ito Robert Naibaho, akan tetap kami ingat...keinginan mu yg meminta di jadikan sebagai salah satu "Tokoh Masyarakat Samosir" pada acara Samosir Art Camp 2011, ternyata itu keinginan terakhirmu..istirahatlah dengan tenang ito..namamu akan selalu kami kenang .. semoga kami dapat meneruskan apa yg ito cita citakan, selamat jalan ito, terimakasih buat segala yang pernah engkau berikan sebagai perbekalan kami, walaupun rencana kita belum usai..kami percaya.."tondi"mu slalu ada buat kamii, terlebih untuk Samosir Nauli...Selamat menuju kehidupan yang kekal itoku ..Robert Naibaho.."Tokoh Masyarakat Samosir"..... :(

hujan September

oleh Portunatas Tamba pada 23 September 2011 jam 16:31

Untuk kepergianmu Amang Naburju Robert Naibaho - eReN

di 23 September 2011

 

air mata dari telaga hati

tak kan sanggup mengeja arti

karna semua jatuh tergerai

melihat kau yang telah pergi

 

iringan melodi duka

denting dawai satu dua

seruling sendu meniupkan nada

yang memilin hati merajam rasa

telah paksa hening dunia

diam memaku di sudut asa

tanpa isak dan kata

yang ada kelam hampa

lembut halus menyesak di dada

 

kutanya angin yang melintas berkejar

hendak kemanakah berlari membawa kabar

tak jua berhenti untuk berujar

hingga terhempas pada tanah yang tak terbakar

yang terbenam  oleh tenggelam hujan September

 

Amang eReN na burju

kau pilih berpamit pulang di hujan September

karena kau ingin memadahkan takdir

meski tak ada mengharap akhir

 

Amang Naburju

kini kutitip ucap selamat tidur

tanpa indahnya syair syair

meski kusadar ini kalimat terakhir

 

--------------------------------------------------------------------------------------------

Amang Robert Naibaho, selamat jalan ma... Sonang ma ho rap Pardisurgoi.. pasahat tabeku tu amang parsinuan...

 

Sahat tu HO ma Debata Ama nami sude arsak, lungun nang pakkirimon nami

Ai saguru tu loMOM do parngoluan nang hamatean

Sonang ma naung jumolo di surgo na sohasudaaan

Urupi jala sai dongani hami akka na parpudi di portibi na sai mangillas

Pertama sekali mengenal beliau,tanpa ada rasa malu-malu,makan bersama2,mendengar tutur bahasa yang begitu baik,tak ada kesombongan sekalipun orang yang sangat berkompeten,sosok sangat berwibawah,secara pribadi saya bangga mengenal beliau,tapi sekarang yang ada adalah kesedihan saat mendengar beliau(amangboru)Robert Naibaho telah pergi kepangkuan Bapa di Sorga,Pintaku Tuhan berikan penghiburan kepada keluarga dan kerabat yang di tinggakan.SELAMAT JALAN AMANGBORU.

pesbuk ini bakal tdk seindah dulu lagi saat2 bersamamu..
Farewell & GBU, Kamerad..
Foto Wanjen Moradoart Simbolon
SONANG MA MODOM

Sonang ma modom ho na martua i
Na maradian sian ulaon i
Na niulamu di hajolmaon
Jala na mangihut ho tu surgo

Naung niapusan do iluilumi
Sian matamu dibaen Tuhanta i
Tangis najolo mangusung boni
Las do rohamu nuaeng manggotil


Selamat jalan ER-EN


Share |

Last Updated (Saturday, 24 September 2011 14:19)