SINODE GODANG 2012 DAN QUOVADIS MPS HKBP

Banyak  warga jemaat HKBP  resah melihat perkembangan HKBP beberapa tahun terakhir ini. Mereka tertarik  membicarakan visi dan misi gereja HKBP  ke masa depan.  Visi dan Misi HKBP  sebenarnya telah diperbaharui dalam AP HKBP 2002.  Apakah visi dan misi itu telah dijalankan dengan benar? Apakah  perlu ada revisi atau amandemen?

Penulis  agak pesimis melihat keadaan di HKBP.   Kesan kesombongan telah membuat reputasi HKBP menjadi jelek  di kalangan gereja-gereja tetangga di Indonesia dan di luar negeri. Saya juga ragu,  apakah masih ada pendeta  dan para utusan  Sinode Godang  yang punya nurani, mau mengkritisi keadaan HKBP yang meresahkan ini?

Kelihatannya Aturan & Peraturan  yang baru, telah dipersiapkan khusus untuk di”nikmati” dengan tidak adanya badan yang mengkontrol. Ada MPS dan isinya dominan para Executive HKBP yang semua tunduk kepada ephorus.

Lalu, apa yang bisa diharapkan dari badan MPS  itu?. Diperkirakan  bakal terjadi “over power” dan  “power tend to corrupt”. Inilah kesan yang terjadi.

Pengertian MPS Majelis Pekerja Sinode HKBP

Menurut AP HKBP 2002 Pasal 18 bahwa Pengertian MPS adalah : rapat yang bertugas memikirkan cara melaksanakan Keputusan Sinode Agung.

Anggotanya adalah  Para Pimpinan HKBP (5 orang), Semua Praeses, Ketua STT HKBP, Ketua Balitbang HKBP, Ketua Badan Audit HKBP, Ketua Badan Penyelenggara Pendidikan HKBP, Ketua Rapat Pendeta, Seorang utusan dari Guru Jemaat, Bibelvrow dan Diakones, 2 orang utusan dari masing-masing Distrik. Periode anggota MPS adalah 4 tahun. Jumlah MPS 91 orang.

Dalam  AP HKBP 2002, pada BAB VII RAPAT DI HKBP, pasal 26 bagian 4 yaitu Rapot di Tingkat Pusat, pada angka 4.2 Rapat Majelis Pekerja Sinode dilakukan setahun sekali dengan Pimpinan Rapat adalah Ephorus, dengan  tugas MPS  adalah :

  1. Menetapkan Rencana Tahunan dan Anggaran Pendapatan Belanja tahunan HKBP
  2. Memilih Kepala Badan Audit HKBP dan Kepala Badan Usaha HKBP
  3. Menerima dan membicarakan Laporan Badan Audit HKBP
  4. Menerima pertanggungjawaban Badan Usaha HKBP melalui Pimpinan HKBP
  5. Menetapkan peraturan-peraturan yang belum diatur dalam Aturan Peraturan HKBP demi memantapkan pelaksanaan pelayanan-pelayanan di HKBP

MPS HKBP adalah alat kelengkapan dari Sinode Godang HKBP untuk  membantu Pucuk Pimpinan HKBP di tingkat pusat dalam merencanakan dan melaksanakan tugasnya sesuai amanat Sinode Godang. MPS juga berfungsi sebagai alat Sinode Godang untuk mengawasi dan mengevaluasi kegiatan operasional dari Pucuk Pimpinan HKBP.

Dahulu HKBP mempunyai Parhalado Pusat / Majelis Pusat  yang membantu  Ephorus dan Sekjen HKBP sehari - hari. Tetapi Parhalado Pusat seolah superbody sehingga sering lebih berkuasa dari Ephorus dan Sekjen. Banyak keputusan pimpinan dimentahkan oleh Parhalado Pusat. Tetapi  pada masa parhalado pusat ada juga pendeta yang 100 % loyal kepada Ephorus sehingga fungsi pengawasannya hilang.

 

Kinerja MPS HKBP 2008 – 2012

MPS periode sebelumnya  telah menghasilkan berbagai putusan  seperti pembenahan sistem penggajian (HKBP menggunakan istilah “parbalanjoon”), program kerja dengan penetapan tahun 2006 sebagai tahun untuk membantu Dana Pensiun, tahun 2007 sebagai tahun Koinonia, 2008 sebagai tahun Marturia, 2009 sebagai tahun Diakonia dan 2010 sebagai persiapan panomunomuon tu Jubileum 150 tahun HKBP. Tahun 2011, sebagai Tahun Jubileum 150 tahun HKBP.

MPS  telah menetapkan  target terukur dari setiap tahun tersebut lengkap dengan anggarannya. HKBP sebenarnya sudah tertata dengan baik.   MPS periode sekarang ini tinggal mempertajam program untuk meningkatkan pelayanan di semua aras.

MPS HKBP  periode 2008-2012 telah dua kali mengadakan rapat yaitu tahun 2009 di Hotel Pardede Medan, tahun 2010 di Pekan Baru

Rapat MPS 2009 telah menetapkan program dan anggaran HKBP Tahun 2010 serta pemilihan Praeses  menggantikan Praeses Distrik  Samosir, Pdt Rafles Lumbanraja. Rapat MPS telah memilih Pdt Sunggul Sirait sebagai Praeses baru  Distrik Samosir.

Rapat MPS  telah menetapkan sebuah Tim Program dan Anggaran diketuai langsung oleh Sekjen Pdt Ramlan Hutahaean. Tim berhasil menyusun program dan anggaran HKBP yang lebih rapi dan teratur, sistematik, akuntabel dan akurat. Hasil kerja tim diterima Rapat MPS .

Rapat MPS  menetapkan membentuk Tim Implementasi Program dan Anggaran  dengan cakupan tugas menyusun berbagai SOP atau prosedur baku dan penyusunan draft PPKU (Peraturan Pelaksana Keuangan Umum) dan Aturan Kepelayanan dan Kepegawaian yang baru untuk menjadi acuan dari seluruh HKBP. Ditargetkan MPS tahun 2011 perangkat aturan pelaksana yang baru ini sudah bisa disahkan.

Rapat MPS   telah menetapkan tahun 2010 sebagai Tahun Penatalayanan (Taon Hajuarabagason) di HKBP dengan tema: Menuju Gereja Yang Rapi Tersusun dan subtema: HKBP menyambut Jubileum 150 Tahun dengan menata diri menjadi gereja yang sungguh-sungguh bersih, teratur, transparan, partisipatif dan akuntabel.

Cakupan dari penatalayanan ini sendiri sebagaimana diterangkan di Buku Panduan Tahun Penatalayanan 2010 ini adalah pembenahan administrasi dan kesekretariatan, keuangan, personalia dan inventaris.


Rapat MPS HKBP 21 – 24 Agustus 2011 di Medan.

Rapat MPS HKBP tahun 2011di Hotel Grand Antares Medan 22-24 Agustus 2011. Apa yang dibicarakan  Rapat MPS HKBP 2011 ini?

Harapan jemaat

MPS bukan Majelis Pusat, sehingga tugas dan tanggungjawabnya tidak menjadi maksimal melainkan hanya sebagai pelengkap rapat di MPS sesuai AP HKBP 2002. Sebelum AP HKBP 2002, Fungsi Kontrol di HKBP sepenuhnya ada pada Majelis Pusat dan Sinode Godang.

 

MPS tidak terlibat dalam pengambilan keputusan. Arah kebijakan dan keputusan strategis HKBP yang beranggotakan berjumlah 3,5 juta jiwa dan 4.000 gereja  termasuk aset yang tersebar di penjuru Nusantara hanya akan diputuskan oleh 5 orang (Ephorus, Sekjen, Kadep Koinonia, Marturia dan Diakonia).

 

Jumlah MPS terlalu besar (91 orang) dan tidak efektif. Ada jemaat HKBP yang mengusulkan  Majelis Pusat cukup 31 orang sebagai representasi seluruh anggota HKBP yaitu terdiri dari Ephorus, Sekjen, 10 orang Pendeta, 10 orang Sintua, satu Ketua Rapat Pendeta, satu Guru Huria, satu Bibelvrow, satu Diakones dan lima tenaga ahli dari anggota Jemaat. Masih ada lagi Majelis Rapat Pucuk Pimpinan HKBP dengan Para Praeses HKBP.

 

Beberapa Jemaat HKBP berpendapat dibentuk saja : Badan Pengawas HKBP, yang non-pendeta dan yang memiliki kepedulian tinggi terhadap kemajuan dan layanan HKBP, dengan anggotanya cukup lima orang hingga 11 orang (paling banyak).

Tugas Badan Pengawas HKBP jelas, mengawasi pelaksanaan proram kerja HKBP secara ketat dan berkesinambungan, sedang parhalado pusat – namanya indah namun akan menjadi salah satu alat ampuh kelompok tertentu di kala ada “hamaolon di HKBP”. Badan Pengawas, tidak terlibat dalam layanan HKBP (bukan parhalado - bukan partohonan yang tunduk kepada pimpinan  ephorus, ketua KRP).

Mari kita implementasikan butir2 keputusan MPS, terutama “panatapon” terhadap tata kelola penatalayanan di antaranya : Anggaran Keuangan, Inventaris dan tambahan pengharapan (data yang lebih terkinikan untuk semua data yang ada di HKBP hatopan).

Sudah cukuplah kita “bersoal” dalam urusan domestik (penempatan pekerja penuh waktu, perebutan tempat ibadah dan semua ‘hamaolon’ yang dapat mempengaruhi “citra” HKBP dan orang Batak Kristen lainnya). Mari kita songsong masa depan yang lebih baik, dengan melakukan perbaikan penatalayanan di seluruh aspek pelayanan HKBP.

Apa yang diputuskan oleh Rapat MPS ini dengan komitmen Pimpinan sungguh-sungguh suatu langkah yang sangat strategis dan berdampak baik ke seluruh HKBP. Dukungan kita semua bersama-sama mewujudkannya menjadi kenyataan. Menurut saya yang pertama dan terutama harus dibenahi adalah pola pikir dan bertindak kita semua.

Penulis percaya perbaikan sistem inilah salah satu jawaban terhadap rumit dan berlarut-larutnya masalah serta banyaknya konflik yang tidak perlu selama ini di gereja HKBP. Melalui MPS HKBP   pemberdayaan warga jemaat HKBP menjadi optimal dan nyata.  MPS HKBP  adalah badan yang bekerja untuk membantu Ephorus HKBP melalui Rapat Majelis Pekerja Sinode  “laho manogunogu sandok HKBP”. ***

Raya Timbul Manurung

 

 

 

 

Share |