MENELUSURI JEJAK "WISATA" di SAMOSIR

pusukbuht – Pangururan: Sudah banyak orang mengetahui tentang Kabupaten Samosir (Pulau Samosir),  sebuah kabupaten baru yang menyimpan sejarah purbakala (asal muasal Orang Batak), panorama indah, budaya, adat istiadat, bahkan sejak tahun 70-an sudah dikenal di manca negara sebagai salah satu objek kunjungan wisata seperti Bali dan Sumatera Barat, namun pasca krisis ekonomi Indonesia (dunia) kunjungan wisata luar negeri sangat jauh berkurang.

Memasuki Era tahun 2000 an, banyak orang tahu dan lebih banyak pula orang tidak mengetahui seperti apa sekarang Kabupaten Samosir/Pulau Samosir sebagai daerah tujuan wisata, bagaimana perkembangan kehidupan masyarakat zaman kini, apakah ada perubahan wawasan dan karakter, budaya, sosial ekonomi masyarakat ? Tulisan ini akan sedikit mengetengahkan berbagai hal terutama menyangkut Samosir sebagai "daerah tujuan wisata" (lama/baru).

Sadar atau tidak, terlepas dari tujuan dan maksud sebuah "perjalanan" sesungguhnya perjalanan setiap orang ke luar rumah/keluarga lebih dari 24 jam menuju suatu tempat dapat disebut sebagai "wisata", karena setiap orang membutuhkan ketersediaan fasilitas dan elemen "kepariwisataan" yakni transportasi/angkutan, penginapan/akomodasi,makan-minum,souvenir/bawaan/oleh-oleh dan "suasana" indah, nyaman, aman, sejuk.

Dengan tulisan ini, pembaca yang berkeinginan untuk "perjalanan/wisata" ke Pulau Samosir, akan mendapat informasi dan dituntun khususnya di objek-objek wisata yang sudah dikenal/diketahui sebagai objek wisata "unggulan, misalnya Tomok, Tuktuksiadong, Siallagan-Ambarita, Aek Natonang, Sangkal, Simanindo, Pulo Tao, Pasir Putih Parbaba, Air Panas Pangururan, kawasan Pusuk Buhit dengan patung Guru Tatea Bulan, perkampungan si Raja Batak, Aek sipitu Dai, Batu Hobon, kawasan 'sakral' puncak Pusuk Buhit, Tele, Air Terjun Efrata dan lain sebagainya, yang tersebar di 9 Kecamatan se Kabupaten Samosir.

Memasuki Pulau Samosir yang dikelilingi dan berada di tengah Danau Toba, dapat diakses dari pelabuhan kapal beberapa kota di Pulau Sumatera misalnya Parapat/Tigaraja, Tigaras (Simalungun), Ajibata, Balige (Tobasa), Muara (Tapanuli Utara), Bakkara (Humbanghas) dan jalan darat via Tele dari Doloksanggul, Sidikalang.

Bagaimana menjangkau Pulau Samosir dari kota Medan (Provinsi) dan Bandara Polonia ?
1) Akses dari Medan-Siantar-Parapat-Tigaraja-Ajibata,menuju Tomok tersedia kapal penumpang umum yang rutin setiap jam dengan waktu tempuh 30 menit, dan kapal ferry KMP Tao Toba (dapat membawa 25 unit kenderaan minibus, barang dan penumpang) beroperasi 5 trip satu hari setiap 3 jam, waktu tempuh satu jam dari Ajibata dan Tigaraja Parapat menuju Tomok pp.
2) Akses masuk dari  Medan-Berastagi-Kabanjahe-Merek-Tigaras (Simalungun) menuju Simanindo,  tersedia kapal penumpang umum dan Ferry Danau Toba waktu tempuh 25 menit (muatan 10 kenderaan minibus)
3) Akses masuk dari Balige-Silangit/Bandara-Muara (Taput) ke Nainggolan dengan kapal ferry Danau Toba.
4) Khusus jalan darat dari arah Doloksanggul dan Sidikalang masuk ke Pulau Samosir melalui pintu gerbang Tele (22 km ke Pangururan)

---------------------DESTINASI WISATA DI KABUPATEN SAMOSIR------------------


I. TOMOK (WISATA BUDAYA-BELANJA), GAROGA (AIR TERJUN), TUKTUKSIADONG (HOTEL/ENTERTAIN/KULINER), SIALLAGAN (BATU PERSIDANGAN), AMBARITA (PUSAT PEMERINTAHAN KECAMATAN) :

1. Tomok, tempat ini merupakan pintu gerbang Pulau Samosir dan disini tersedia 2 pelabuhan/dermaga kapal penumpang umum, satu dermaga wisata dan satu dermaga-ferry. Setelah tiba di dermaga, dengan berjalan kaki melintasi kios-kios penjualan barang-barang souvenir, dengan jarak 800 m dari pelabuhan menuju objek wisata Makam Raja Sidabutar dan keturunannya, makam yang berumur lebih dari 400 tahun ini tetap dipelihara dan disana ada petugas wisata lokal yang selalu setia menerima pengunjung dan menceritakan sejarah Raja Sidabutar.

Di kawasan tersebut terdapat juga museum benda-benda budaya Batak, pagelaran tari/tortor Sigale-gale. Selain belanja souvenir, di Tomok tersedia juga kedai/restoran yang menjual makanan untuk warga masyarakat/wisatawan, juga tersedia pasar tradisional yang menjual hasil pertanian, kantor kas Bank, dan kios phone/warnet.

2. Tuktuksiadong, berjarak 5 km dari Tomok ke arah utara dapat dijangkau dgn angkutan roda empat atau sewa sepeda motor. Tuktuksiadong merupakan tourist area ressort. Di Tuktuk (peninsula) ini terdapat hotel bintang, penginapan/home stay rumah Batak dan restoran yang cocok untuk semua pengunjung, terdapat juga penjual/pengrajin souvenir khas Batak.

Tuktuksiadong merupakan daerah yang berkembang menjadi pusat kegiatan wisata di Samosir karena disini tersedia kebutuhan wisatawan untuk melakukan kegiatan jogging/olah raga, mandi/berenang, berjemur, kolam pancing, penyewaan sepeda, sepeda motor, mobil, sepeda air dan speed boat. Bagi mereka yang ingin berkeliling dan mengunjungi tempat wisata tersedia pendamping/guide.

3. Siallagan, dengan jarak tempuh 5 km dari Tuktuksiadong atau Tomok, di kawasan Siallagan ini terdapat perkampungan/huta Siallagan dan batu persidangan/pengadilan bagi orang-orang yang melanggar hukum adat dan tempat eksekusi bagi penjahat yang dikenakan hukuman mati. Guide/pendamping yang akan menceritakan proses persidangan dan hukuman tersedia. Di kampung ini juga terdapat rumah-rumah adat Batak, museum, dan entertain gondang/tortor penyambutan tamu. Di sekitar kampung/huta terdapat penjual dan pengrajin souvenir khas Batak Toba dan souvenir daerah lain.

4. Ambarita, adalah ibukota Kecamatan Simanindo, berjarak 1 km dari Siallagan atau 5 km dari Tomok. Disini terdapat kantor-kantor Pemerintah (kantor Camat, Polsek, Ramil), Rumah Sakit, Kantor Pos, Bank/BPR, SMP/SMA/SMK, Pasar tradisional, Kedai penjual makanan/minuman, Grosir kebutuhan rumah tangga.  Gereja HKBP yang dibangun oleh missionaris Jerman berumur 100 tahun lebih, rumah adat Batak dan makam Sidabutar. Tanah lapang yang selalu dipergunakan untuk kegiatan olah raga, hiburan dan pesta atau acara-kegiatan umum.

5. Unjur, melintasi ring road Samosir sejauh 2 km, disini terdapat hotel/penginapan dan satu objek wisata iman yaitu kawasan bukit/taman Doa Getsemane yang dibangun Keluarga Sidabutar pemilik Hotel Sanggam Beach. Di kawasan taman ini kita menikmati kesejukan alam, sekaligus melihat 15 dinding yang digrafir dengan gambar penderitaan Yesus Kristus, chapel/gereja kecil dan patung Yesus naik ke surga. Lokasi ini berada dibawah pebukitan, bagi mereka yang ingin berwisata iman, pertemuan,  menginap dapat memakai gedung yang khusus dibangun disana kapasitas 100 orang.

II. SANGKAL (GUA N PANTAI INDAH), SIMANINDO (ENTERTAIN BUDAYA-SIGALE-GALE), PULO TAO (HOTEL DAN PANORAMA)

1. Gua (Liang) Sipogu di desa Sangkal, 15 km dari Ambarita, berada dibawah jalan lintas (ring road) menuju Pangururan, terletak di pinggir pantai desa Sangkal, gua ini panjangnya 10 meter dan lebar meter dengan mulut gua menghadap danau Toba. Gua ini bukan tempat persembunyian tetapi dipergunakan oleh Ibu-ibu atau anak gadis untuk menganyam tikar pandan, biasanya seharian mereka disana. Menurut penuturan para pengrajin anyam tikar tradisional di dalam gua ini udara sejuk dan cocok untuk bahan pandan yang akan dianyam.

2. Simanindo, 3 km dari Sangkal, adalah kawasan wisata, disana terdapat Hutabolon/perkampungan tradisional Batak (rumah-rumah adat), museum dan pagelaran gondang/tortor tradisional Batak yang sudah dikelola lebih baik. Di kawasan Simanindo ini terdapat juga Pulau/Pulo Tao dengan hotelnya (dapat dijangkau dengan kapal atau sampan), batu-batu besar yang muncul di permukaan Danau Toba. Simanindo adalah pintu masuk kedua dengan kapal penumpang dan ferry dari Tigaras (Kabupaten Simalungun).

III. PANTAI PASIR PUTIH PARBABA (PERMANDIAN DAN OLAHRAGA PANTAI) DAN HUTA BOLON (RUMAH BATAK KUNO), LUMBANSUHI (PERTENUN)

IV. PANGURURAN (PASAR, FASILITAS UMUM, HOTEL,BANK,IBUKOTA KABUPATEN), AIR PANAS/AEK RANGAT (PEMANDIAN, PENGINAPAN)

------------PAKET PAKET WISATA KE PULAU SAMOSIR-----------

1. Paket  32 ( 3 hari - 2 malam)  Tomok/Tuktuk-Simanindo-Pangururan-Tele

Hari Pertama ( 1st day) Medan-Parapat-Samosir (Tomok-Tuktuksiadong)

Berangkat dari Medan menuju Parapat dengan jarak tempuh 176 km, menggunakan bus pariwisata, mobil pribadi atau taksi umum, waktu tempuh perjalanan kurang lebih 4 jam, melintasi kota Lubuk Pakam, Sei Rampah, perkebunan sawit dan karet, kota Pematang Siantar dan langsung ke Parapat/Tigaraja/Ajibata. Perjalanan diteruskan dengan kapal penumpang umum atau kapal ferry melintas Danau menuju Tomok. Ongkos/tiket penyeberangan di kapal penumpang umum dari Tigaraja/Ajibata Rp. 5.000,-/orang, demikian juga roda dua dipatok tiket Rp. 5.000.-/unit, pelayanan kapal setiap jam mulai jam 7.30, 8.30 dst sampai jam 20.30. waktu tempuh penyeberangan kapal penumpang umum 30 menit, sedangkan bila menyewa speed boat sekitar 20 menit (harga sewa Rp.300.000 ke atas).

Jika naik kapal ferry dengan waktu tempuh Ajibata-Tomok sekitar 60 menit, setiap 3 jam sekali, dari Ajibata mulai jam 08.30 sampai jam 21.00 wib, dan dari Tomok mulai jam 07.30 s/d 19.30 wib. Ferry KMP Tao Toba merupakan kapal penumpang dan kapal pengangkut kenderaan (mobil, bus, truk). Pada waktu hari libur atau jam padat kenderaan biasanya pengelola Ferry mengoperasikan dua unit ferry (tiap jam). Ongkos tiket penumpang Rp. 3.000,- sedangkan tiket minibus Rp. 95.000,-/unit.

Setibanya di Tomok, perjalanan dilanjutkan ke Tuktuksiadong (kawasan wisata) untuk chek in Hotel atau penginapan. Hampir di seluruh kawasan tanjung/Tuktuk ini terdapat hotel berbintang dan penginapan sederhana/home stay, dengan harga bervariasi sesuai kapasitas dan standard hotel-penginapan, secara umum dimulai dengan harga Rp. 150.000 s/d Rp. 400.000,-/ kamar
Di kawasan Tuktuksiadong selain untuk menginap dapat juga berjalan-berkeliling menikmati panorama, hiburan di Pub/Bar/Cafe/Restoran atau berenang-berjemur di pantai, bersepeda air, sewa sepeda/sepeda motor atau mengunjungi pengrajin dan penjual souvenir yang tersebar di sepanjang jalan.

Hari Kedua (2nd day) Tuktuk-Tomok-Simanindo-Pangururan


Setelah sarapan pagi di hotel/penginapan, proses chek out dari hotel dan melanjutkan perjalanan ke objek wisata lainnya. Perjalanan ke Tomok diawali dengan mengunjungi objek wisata sejarah Makam Raja Sidabutar. Makam Raja Sidabutar, konon telah ada sejak 400 tahun silam dan tetap dipelihara, ada cerita perjuangan dan percintaan dari anak raja dengan seorang gadis. Cerita akan dikisahkan seorang pengelola Makam.

Usai mengunjungi Makam, diteruskan mengunjungi museum benda-benda budaya Batak (300 meter dari makam) dan menyaksikan pagelaran tortot sigale-gale (200 meter dari makam), seterusnya sepanjang jalan wisata, dapat berbelanja barang-barang souvenir di kios-kios wisata di Tomok. Berbagai jenis souvenir seperti ukiran kayu Batak, alat-alat musik tradisional Batak, pakaian jadi yang be rcorak Batak dan lain sebagainya. Harga barang-barang souvenir terjangkau dan biasanya dapat dilakukan penawaran harga.

Di kawasan Tomok ini juga terdapat rumah makan dan restoran, kedai penjual makanan/minuman, pasar tradisional yang menjual hasil bumi pertanian lokal. ***

Melani Butar-butar - ScalaToba

Share |

Last Updated (Wednesday, 09 May 2012 21:38)